Kamis, 07 Mei 2015

ANGIN 3

Oleh :
Sapardi Djoko Damono



"Seandainya aku bukan   ......
Tapi kau angin!
Tapi kau harus tak letih-letihnya beringsut dari sudut ke sudut kamar,
menyusup celah-celah jendela, berkelebat di pundak bukit itu. "Seandainya aku . . . ., ."
Tapi kau angin!
Nafasmu tersengal setelah sia-sia menyampaikan padaku tentang perselisihan antara cahaya matahari dan warna-warna bunga.
"Seandainya  ......
Tapi kau angin!
Jangan menjerit:
semerbakmu memekakkanku.
 
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
 

About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

Posting Komentar

 
Kumpulan Puisi © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com